Padahal, olahraga bisa meningkatkan sensitivitas hormon insulin yang berkaitan dengan kadar gula darah.
Bila pola makan tinggi lemak (dan makanan manis) dikombinasikan dengan jarang berolahraga, risiko diabetes pun meningkat.
Nah, diabetes atau dikenal dengan kencing manis ini turut berperan dalam proses terjadinya penyakit jantung.
Kebiasaan tidak sehat lainnya seperti merokok juga banyak dikaitkan dengan gangguan jantung.
2. Lemak Perut
Ada sebuah kondisi yang dikenal sebagai obesitas sentral, yaitu distribusi lemak yang terkonsentrasi di daerah perut.
Nah, ini bisa dialami oleh orang-orang dengan berat badan kurang.
Bahkan, dibandingkan dengan lemak yang terdistribusi secara merata di tubuh, orang-orang dengan timbunan lemak di perut lebih berisiko terkena penyakit jantung.
3. Kadar Hemoglobin Darah Rendah
Mereka yang tubuhnya kurus biasanya banyak menderita anemia atau kurang darah.
Kandungan haemoglobin yang ada dalam darah berfungsi untuk mengikat oksigen.
Bila anemia tidak ditangani dengan benar, maka bisa menyebabkan jantung bekerja terlalu keras untuk menyalurkan oksigen yang cukup.
Nah, kondisi ini bisa meningkatkan risiko terjadinya gagal jantung.
4. Penyakit Jantung Bawaan
Penyakit jantung bawaan adalah penyakit dialami sejak lahir.
Kondisi ini ditandai dengan rendahnya fungsi katup, dinding, atau pembuluh darah jantung.







Respon (1)