INFOLADISHA – Mobil matic masih sering jadi “bahan ghibah” di kalangan pecinta otomotif.
Ada yang bilang boros, tarikannya lemah, sampai perawatan yang bikin dompet kering.
Tapi, faktanya, sebagian besar tudingan itu cuma mitos yang sudah ketinggalan zaman.
Teknologi otomotif sudah melesat jauh dibanding 10 atau 15 tahun lalu.
Sistem injeksi modern, ECU pintar, dan transmisi CVT atau DCT bikin mobil matic zaman sekarang jauh lebih efisien, responsif, dan awet.
Sayangnya, banyak pengemudi yang masih terjebak stigma lama, sehingga ragu beralih dari manual ke matic.
Biar nggak salah kaprah, inilah delapan mitos mobil matic yang patut dibongkar:
1. Boros Bahan Bakar – Dulu iya, sekarang tidak. Ada matic yang tembus 1:12 km/liter, bahkan lebih irit dari manual kalau pengemudi manual hobi tancap gas.
2. Perawatan Selalu Mahal – Selama rutin servis sesuai rekomendasi pabrik, transmisi matic bisa seawet manual.
3. Tenaga Loyo – Teknologi CVT dan DCT bikin akselerasi matic responsif, halus, dan bertenaga.
4. Tidak Boleh Diderek – Boleh, asal ikuti aturan posisi roda dan transmisi netral.
5. Tidak Aman Memanaskan Mesin di P – Justru aman, bahkan lebih disarankan demi keamanan.
6. Kampas Cepat Aus Saat Macet di D – Transmisi modern sudah didesain menahan posisi ini tanpa gesekan berlebih.
7. Tarikan Lemot – DCT membuat pergantian gigi secepat manual, bahkan lebih halus.






