Info Otomotif

Bus Cikarang Mendarat ke Thailand, Mercedes-Benz Buka Jalur Ekspor Baru

×

Bus Cikarang Mendarat ke Thailand, Mercedes-Benz Buka Jalur Ekspor Baru

Sebarkan artikel ini

Legacy SR3 Neo Panorama memenuhi standar internasional seperti UNECE R66 untuk ketahanan saat bus terguling dan UNECE R118 untuk material tahan api.

Kaca bersertifikasi ECE R43, kursi dan pengikat sesuai UNECE R80, sabuk pengaman standar UNECE R14, hingga pintu darurat dengan penanda bercahaya sesuai regulasi Thailand ikut melengkapi.

Desain lampu depan juga diperbarui demi visibilitas lebih optimal di pasar internasional. Singkatnya, ini bukan bus “asal ekspor”.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita sebelumnya sudah menegaskan arti penting langkah ini saat peresmian pabrik baru DCVMI pada Juni 2025.

Pemerintah melihat investasi Daimler Truck AG di Cikarang sebagai sinyal kuat kepercayaan global terhadap industri otomotif Indonesia.

“Kami sangat menghargai komitmen memperkuat pasar ekspor, membangun rantai pasok lokal, dan menciptakan lapangan kerja,” ujar Agus.

Direktur Utama DCVMI, Shravana T. Kumar, menyebut ekspor ini sebagai pembuktian kesiapan Indonesia di mata global.

Dari Cikarang, kata dia, bukan hanya kendaraan yang dikirim, tapi juga kepercayaan terhadap kualitas manufaktur nasional.

Sementara itu, Direktur Komersial PT Laksana Bus Manufaktur, Alvin Arman, menilai pengiriman ini sebagai validasi penting bagi industri karoseri dalam negeri.

Menurutnya, bodi bus Indonesia kini mampu memenuhi standar keselamatan Eropa tanpa kehilangan relevansi pasar regional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *