Untuk menjaga ketertiban kawasan strategis, seperti sekitar Pasar Bogor dan Alun-Alun Kota Bogor, Pemkot Bogor juga menempatkan satuan unit Satpol PP secara permanen. Kebijakan ini dinilai efektif dalam mengendalikan aktivitas PKL, disertai penerapan sanksi denda sebagai bentuk penegakan aturan.
Di bidang pendidikan, Dedie–Jenal menunjukkan komitmen memperluas akses layanan sekolah negeri melalui rampungnya pembangunan SMP Negeri 22 dan SMP Negeri 23.
Kehadiran dua sekolah baru tersebut diharapkan dapat mengurangi kepadatan peserta didik sekaligus memperluas pemerataan layanan pendidikan di Kota Bogor.
Pada sektor infrastruktur dan penataan kawasan, sejumlah proyek strategis juga mulai menunjukkan hasil. Jalur sementara telah dapat dilalui masyarakat dan lahan Batutulis telah selesai dibebaskan sebagai bagian dari upaya penataan kawasan tersebut.
Selain itu, Bumi Ageung Batutulis telah siap difungsikan sebagai Museum Pajajaran, sementara Kuncup Batutulis telah selesai direnovasi.
Pemkot Bogor juga memulai revitalisasi sejumlah fasilitas publik, di antaranya revitalisasi GOR Pajajaran tahap pertama, revitalisasi Terminal Bubulak yang telah diselesaikan pada tahap pertama, serta penyelesaian tahap pertama Taman Olahraga Yasmin.
Di sektor konektivitas jalan, pembangunan Jalan R3 telah diselesaikan hingga tahap kedua, sementara jalur pedestrian dari Jalan Ahmad Yani hingga Jalan Tirto Adisoerjo kini telah terhubung sehingga memberikan kenyamanan bagi pengguna.





