Saat ini, masih ada dua pasien lagi yang berada di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan sedang dalam proses evaluasi apakah bisa dipulangkan atau memerlukan perawatan lebih lanjut.
Dr. Ilham berharap semua pasien dapat segera pulih dan pulang ke rumah.
Ilham juga menegaskan bila pihaknya memastikan penanganan pasien korban ambruknya Majelis Taklim Asohibiyah akan mendapatkan perawatan medis yang maksimal. Perihal pembiayaan, seluruh pasien akan ditanggung Pemprov Jabar dan Pemerintah Kabupaten Bogor.
“Tadi Pak Gubernur menyatakan kesediaannya pembiayaan medis untuk pasien korban Majelis Taklim , akan menjadi tanggung jawab dari Pemprov Jabar. Sebelumnya, pak Wabub Ade Ruhandi juga menyatakan hal serupa dalam kunjungannya melihat pasien korban Majelis Taklim yang terkena musibah,” tutup dokter Ilham.
Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan membiayai seluruh pengobatan korban runtuhnya Majelis Taklim Asohibiyah, tepatnya di Ciapus, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Melalui web resmi Bapenda Jabar, pemerintah Provinsi Jawa Barat menyampaikan duka mendalam atas musibah runtuhnya bangunan Majelis Taklim Asohibiyah, sehingga menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan puluhan luka luka.
“Seluruh biaya perawatan korban di rumah sakit akan ditanggung oleh pemerintah provinsi, termasuk memberikan santunan kepada keluarga korban yang meninggal serta menanggung pendidikan anak-anak mereka yang masih bersekolah,” demikian informasi resmi yang disampaikan dalam situs mereka soal korban Majelis Taklim Asohibiyah yang runtuh, MInggu 7 September 2025.



