• Kartu Pokémon “Pikachu Illustrator”: Terjual seharga USD 5,27 juta (sekitar Rp80 miliar).
• Sneakers Air Jordan 1 OG yang pernah dipakai langsung oleh Michael Jordan: Laku USD 560 ribu.
• Koin langka “1933 Double Eagle”: Dilelang sampai USD 18,9 juta!
• Komik Action Comics #1 (kemunculan perdana Superman): Terjual USD 3,25 juta.
Semua barang di atas punya satu benang merah: langka, autentik, punya cerita, dan dirawat dengan baik.
Kenapa Collectibles Bisa Bernilai Tinggi?
Ada beberapa alasan kenapa harga barang koleksi bisa meroket:
• Kelangkaan: Barang yang hanya diproduksi dalam jumlah terbatas akan selalu diburu.
• Cerita di balik barang: Semakin menarik atau ikonik kisahnya, makin tinggi nilainya.
• Kondisi fisik: Barang dalam kondisi mulus bisa dihargai jauh lebih mahal.
• Budaya pop dan nostalgia: Tren bisa menghidupkan kembali minat terhadap benda dari masa lalu.
• Autentisitas: Barang asli dengan sertifikat atau bukti resmi jauh lebih dihargai.
Dari Koleksi ke Investasi
Yang menarik, collectibles nggak cuma jadi hobi. Banyak orang sekarang menjadikannya alat investasi alternatif.
Bahkan, perusahaan-perusahaan besar juga ikut main di ranah ini. Contohnya:
• Supreme dan Nike sering bikin produk edisi terbatas yang langsung jadi buruan kolektor.
• Louis Vuitton pernah kolaborasi dengan seniman digital untuk NFT eksklusif.






