Anehnya, saat barcode digunakan muncul notifikasi bahwa warga tersebut telah melakukan transaksi pembelian bbm sebanyak 200 liter, padahal warga tersebut baru akan mencoba melakukan transaksi.
Warga berharap, hal ini bisa diantisipasi oleh pihak pertamina dengan melakukan perbaikan system serta pengambilan data yang akurat.
Karena masyarakat yang seharusnya mendapatkan bbm bersubsidi jadi hilang kesempatan lantaran NIK mereka telah dipergunakan pihak lain yang tidak bertanggungjawab.





