“Sehingga saat kita berkunjung ke tempat bersejarah, kita bisa memahami bahwa dulu pernah ada peradaban. Raja itu dilantik dengan membuat tulisan di batu yang abadi. Ini menunjukkan bahwa orang Sunda punya leluhur yang cerdas, pintar, dan hebat pada masanya,” ungkapnya.

Dengan begitu, ke depan siapapun yang menjabat sebagai wali kota dan wakil wali kota bisa menceritakan sejarah peradaban Sunda dan Pakuan Pajajaran.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyambut baik keinginan Gubernur Jawa Barat tersebut.
Ia melihat antusiasme tinggi dari Dedi Mulyadi saat berkunjung ke Batutulis dan Bumi Ageung.
“Senang bisa melihat langsung Prasasti Batutulis. Bahkan tadi cukup lama di sana, menanyakan artinya dan memberikan apresiasi karena kita sudah menyiapkan calon Museum Pakuan Pajajaran yang diberi nama Bumi Ageung Batutulis,” ujarnya.
Setelah ini, Dedi Mulyadi juga akan melihat kemungkinan pembangunan museum melalui alokasi anggaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat.






