“Cukup tidur saja sudah untung,” sindir Dedi, menyoroti lemahnya tanggung jawab sosial perusahaan daerah itu.

Dedi menegaskan, dana sebesar itu seharusnya bisa dipakai membangun jaringan air bersih bagi warga sekitar, terutama di Kecamatan Cisalak dan Kaso Malang yang sampai sekarang masih kesulitan air.
Sebagai tindak lanjut, Dedi bakal menggandeng tim ahli dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk melakukan kajian independen.
Selain memastikan dampak lingkungan dari pengambilan air, audit juga akan dilakukan terhadap perjanjian dan aliran dana Rp600 juta tersebut.
Kasus ini menambah panjang daftar ironi pengelolaan sumber daya air di daerah—saat perusahaan dan BUMD sama-sama untung, warga di sekitar sumber air justru masih kehausan.





