Pemerintah ingin mobilitas pelajar bergeser ke sistem kolektif yang lebih terkendali.
Masalah helm yang diabaikan dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas juga menjadi sorotan.
Di usia sekolah, pembiasaan taat aturan seharusnya sudah dimulai, bukan ditawar.
Dengan kebijakan ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tampak berupaya mengubah budaya mobilitas pelajar dari kendaraan pribadi menuju transportasi bersama yang lebih aman dan terukur.
Tantangannya jelas, kesiapan infrastruktur dan kekompakan antara sekolah, orangtua, serta pemerintah daerah.
Uji nyalinya bukan di atas kertas bermeterai, melainkan di jam sibuk pagi hari saat ribuan siswa harus tetap sampai di kelas tepat waktu tanpa raungan knalpot di parkiran sekolah.





