“Karena teman-teman ini sangat baik, sudah mau memberikan kontribusi dan masukan. Ini ditampung, diobrolkan sesama warga, jangan menutup diri, jadi harus ditampung,” ujarnya.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menyampaikan bahwa ikhtiar tahun pertama ini terdapat berbagai dinamika dan kendala yang dihadapi, namun tetap diupayakan untuk diselesaikan.
Pada tahun 2025, setelah dilantik, kepala daerah menjalankan kebijakan anggaran yang sudah disusun dan disahkan oleh kepemimpinan sebelumnya, yang harus dilanjutkan serta dapat disesuaikan pada anggaran perubahan.
“Dan program yang kami rencanakan untuk dijalankan adalah pada 2026. Contohnya beasiswa untuk warga prasejahtera, bedah rumah yang dulu hanya Rp7 juta hingga Rp9 juta, sekarang tidak lagi, karena anggarannya lebih besar agar rumahnya kokoh. Ada juga program Sekolah Rakyat serta kebijakan program lainnya,” tutur Jenal Mutaqin.
Ia mengatakan bahwa sejak awal mengikuti kontestasi pemilihan kepala daerah hingga terpilih dan menjalankan tugas, dirinya berniat untuk mengabdi.
Untuk itu, ia juga meminta seluruh jajaran Pemkot Bogor agar melakukan respons cepat dengan menerima, menampung aspirasi masyarakat, serta menjawab pertanyaan warga.
“Tunjukkan betul-betul respons cepat dan berikan informasi yang akurat kepada masyarakat,” tegasnya.





