Bahkan, terkait pembangunan stoplet ini sudah dikomunikasikan sejak awal dengan Kementerian Perhubungan, saat dirinya masih menjabat Wakil Wali Kota Bogor.
“Saya sudah ketemu dengan Dirjen Perkeretaapian waktu itu, sudah bicara dengan Kementerian Perhubungan di mana kita harus mencarikan formula supaya stasiun atau stoplet Sukaresmi juga bisa difungsikan nanti suatu saat,” ungkapnya.

Menurutnya, stasiun kecil Sukaresmi ini diperlukan untuk memecah beban penumpang di stasiun Bogor yang lambat laun jumlahnya pasti meningkat dan hal tersebut harus terdistribusikan.
“Jadi artinya penumpang dari wilayah Kecamatan Bogor Barat dan Bogor Timur atau Bogor Utara bisa mengambil akses dari stasiun Sukaresmi,” kata Dedie.
Sementara untuk memudahkan warga di wilayah Kecamatan Bogor Selatan, Dedie mengatakan, telah dipersiapkan pula stasiun kecil Ciomas-Rancamaya.
Lalu dalam konteks program strategis nasional double track Bogor-Sukabumi, kedepan ada rencana dari pemerintah pusat untuk membangun KRL dari Sukabumi sampai ke Kota Bogor.
“Nah itu barangkali dalam lima tahun ke depan kalau memang nanti sinkron dengan perencanaan pemerintah pusat, maka penumpang dari wilayah Bogor Selatan tidak perlu ke Alun-Alun lagi, jadi bisa naiknya dari stasiun Ciomas-Rancamaya atau stasiun Batutulis,” beber Dedie.






