“Selama ini kita membahas soal sampah, udara, dan pemanasan global, tapi lupa bahwa yang kita injak setiap hari adalah tanah. Tanah pun mengalami degradasi akibat perlakuan kita sendiri, terutama dalam praktik pertanian dan penggunaan bahan kimia,” ucap Dedie Rachim.

Sementara itu, Melli Darsa, salah satu relawan gerakan Save Soil, menyampaikan bahwa Kota Bogor memiliki peran strategis dalam isu pertanian dan konservasi tanah, baik dari sisi akademis maupun komitmen pemerintah daerah terhadap lingkungan.
“Kota Bogor sangat dekat dengan isu pertanian dan lingkungan hidup, apalagi ada IPB dan Museum Tanah di sini. Ditambah lagi dengan kepedulian Pak Wali Kota terhadap lingkungan, kampanye ini sangat tepat dilakukan di Bogor,” jelas Melli.
Sahil Jha sendiri menyampaikan rasa terima kasihnya atas sambutan hangat dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.
Ia berharap kunjungannya dapat menumbuhkan kesadaran baru tentang pentingnya menjaga kualitas tanah untuk generasi mendatang.
“Di Bogor saya mendapat banyak pengalaman berharga, termasuk bertemu langsung dengan para petani. Saya berharap kunjungan ini bisa membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan dan kesuburan tanah demi masa depan yang lebih baik,” ungkap Sahil.
Pertemuan ini menjadi langkah awal kolaborasi antara gerakan Save Soil dan Pemkot Bogor dalam menyuarakan pentingnya menjaga kualitas tanah demi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan generasi mendatang.***




