Sementara untuk tahun anggaran 2024, Kota Bogor masuk dalam 20 besar tingkat nasional dengan persentase realisasi belanja APBD sebesar 41,7 persen dan persentase realisasi pendapatan sebesar 48,44 persen.
Dengan PAD sebesar 47,24 persen dan pendapatan transfer sebesar 52,76 persen, Kota Bogor berada di urutan ke tiga di Jawa Barat dan masuk kategori kapasitas fiskal sedang. Posisi pertama ditempati oleh Pemprov Jawa Barat, diikuti oleh Pemkot Bekasi dengan kapasitas fiskal kuat.
Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin dalam paparannya menjelaskan mengenai akselerasi pencapaian indikator strategis pembangunan provinsi serta Kabupaten/Kota di Jawa Barat melalui strategi shadow target dan naradamping (LO).
Dirinya menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara Pemerintah Daerah Provinsi dengan Kabupaten/Kota hingga Kecamatan dan Desa untuk mencapai keberhasilan.
Menanggapi data yang disampaikan Mendagri, Pj Wali Kota Bogor, Hery Antasari mengungkapkan rasa syukur.
Baca Juga: Pemkot Bogor Pastikan Komposisi KUA-PPAS 2025 Berpihak ke Masyarakat
“Alhamdulillah Kota Bogor tidak masuk yang selalu kuat dan tidak masuk yang terburuk, baik pendapatan, belanja maupun realisasinya. Bahkan, untuk proporsi antara PAD dengan belanja transfer Kota Bogor menjadi salah satu tiga besar di Jawa Barat setelah provinsi Jawa Barat dan Kota Bekasi,” kata Hery Antasari.





