INFOLADISHA – Gelombang demonstrasi yang berujung anarkis di Jakarta akhir pekan lalu menambah ketidakpastian politik dan sempat membuat pasar keuangan goyah.
Namun, pemerintah memastikan fundamental ekonomi Indonesia masih kokoh dan arah pertumbuhan tetap berada di jalur positif.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa gejolak politik ini hanya bersifat jangka pendek.
“Fundamental ekonomi Indonesia menunjukkan ketahanan yang solid. Pertumbuhan kuartal II mencapai 5,12%, PMI manufaktur sudah ekspansi di 51,5, inflasi terkendali, serta neraca perdagangan konsisten surplus,” ujarnya di Bursa Efek Indonesia, Senin (1/9/2025).
Airlangga menambahkan, optimisme tetap perlu dijaga.
Konsumsi domestik terus meningkat, penjualan ritel bergairah, dan impor barang modal melonjak 32,5%—tanda ekspansi industri.
IHSG bahkan sempat menyentuh rekor 7.926 sebelum terkoreksi akibat aksi massa.
Lalu, bagaimana kondisi terbaru 7 indikator ekonomi utama RI? Berikut rangkumannya:
1. Pertumbuhan Ekonomi
Kuartal II-2025 tumbuh 5,12% (yoy), melampaui kuartal I di 4,87%. Pertumbuhan di atas 5% ini menjadi sinyal stabilitas di tengah pelemahan global.
2. Inflasi
Agustus mencatat deflasi 0,08% (mtm), membawa inflasi tahunan ke level 2,31%. Angka ini lebih rendah dari perkiraan pasar, menandakan daya beli masyarakat relatif terjaga.






