Bisnis sepatu Cibaduyut tidak bergantung lagi pada pemasaran biasa dengan menjual di pertokoan, tapi sebagian besar melalui pesanan online secara grosir baik pasar lokal, luar Bandung dan Jabar, juga pasar ekspor.
BACA JUGA : Pemkab Bogor Relokasi Ratusan PKL Puncak ke Rest Area Gunung Mas
Salah satu strategi yang dilakukan Syamsul saat ini yaitu menjual produk sepatu secara online serta belajar memahami seluk beluk jual beli di marketplace.
Syamsul berharap agar pemerintah dapat mengintervensi harga bahan baku sepatu dan lebih dipermudah. Sebab dua hal tersebut dapat membuat harga produksi bisa lebih bersaing.
Syamsul berani mengatakan bahwa kualitas produk sepatu Cibaduyut tidak kalah bagus dengan produk impor atau di dalam negeri. Apalagi Cibaduyut sudah dikenal sebagai sentra industri sepatu.
Meskipun demikian, Syamsul mengakui, kondisi bisnis sepatu Cibaduyut belum menyamai masa kejayaan pada tahun 2000-an.
BACA JUGA : Selain Warga Kabupaten, Jemaah Haji Asal Kota Bogor Juga Meninggal Dunia di Tanah Suci
Kendala lainnya, adalah masalah regenerasi perajin sepatu Cibaduyut. Banyak usaha orang tuanya yang tidak diteruskan anaknya. Ini juga bakal menjadi masalah ke depan keberlangsungan sentra Sepatu Cibaduyut.
Masalah kemacetan kendaraan yang setiap hari terjadi juga menjadi masalah bagi para wisatawan yang mau berbelanja ke Sepatu Cibaduyut. Belum lagi lahan parkir yang terbatas untuk kendaraan bus pariwisata.





