Menurut Syamsul, masih ada sekitar 200an perajin sepatu di Cibaduyut. Namun, mereka tengah terseok seok, bertahan di tengah daya saing pemasaran di era digitalisasi. “Yang benar-benar masih eksis sekitar 50an perajin,” jelasnya.
Sepatu Cibaduyut sebagai bagian dari identitas ekonomi Kota Bandung perlu terus berinovasi, khususnya terkait kapabilitas lokal dan aspek digitalisasi dari para perajin dan pengusaha IKM.
Konsistensi dan kualitas menjadi kata kunci yang membuat sentra sepatu Cibaduyut dapat bertahan melewati berbagai fase.





