Info Bisnis

Ekonomi Indonesia Terancam Resesi, Tanda-tanda Krisis Makin Nyata

125
×

Ekonomi Indonesia Terancam Resesi, Tanda-tanda Krisis Makin Nyata

Sebarkan artikel ini

Ia menilai, tekanan terhadap ekonomi nasional bukan semata berasal dari dalam negeri, melainkan juga akibat dinamika global, termasuk kebijakan tarif tinggi dari Presiden AS Donald Trump yang menekan ekspor komoditas unggulan Indonesia seperti batu bara dan kelapa sawit.

Di sisi lain, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bersikeras menyebut perekonomian Indonesia tetap “resilien” menghadapi tantangan global.

Ia menyoroti konsumsi rumah tangga yang tumbuh 4,89% serta sektor-sektor seperti perdagangan, transportasi, dan pertanian yang menunjukkan performa positif.

“Kinerja ekonomi tetap terjaga dengan baik berkat insentif dari APBN, seperti THR, diskon tarif listrik dan tol, serta PPN DTP,” ujar Sri Mulyani.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah berhasil menjaga stabilitas harga pangan melalui optimalisasi peran Bulog.

Namun, pandangan ini tak sepenuhnya menenangkan kalangan analis. Investasi hanya tumbuh 2,12% dan konsumsi pemerintah justru terkontraksi 1,38%.

Yose menilai, celah fiskal kian menyempit, membuat kemampuan pemerintah menjaga stabilitas harga dan konsumsi makin terbatas.

Situasi ini makin pelik karena Indonesia masih sangat tergantung pada ekspor komoditas.

“Kalau harga jatuh, ekspor melemah, maka pertumbuhan ikut terkoreksi,” ucap Yose.

Kini, tantangan terbesar bagi pemerintahan Prabowo adalah bagaimana membalikkan arah ekonomi di tengah badai global dan ancaman pelemahan domestik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *