Info Bisnis

Ekonomi Kreatif Indonesia Tambah 3 Subsektor Baru, Peluang Bisnis di Era Digital

134
×

Ekonomi Kreatif Indonesia Tambah 3 Subsektor Baru, Peluang Bisnis di Era Digital

Sebarkan artikel ini

Tak berhenti pada tiga subsektor baru, pemerintah juga tengah menyiapkan penambahan sektor-sektor kreatif lainnya.

Sekretaris Kemenparekraf, Dessy Ruhati, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang merancang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) untuk subsektor baru, seperti pengembangan IP karakter dan industri kustomisasi otomotif.

Ilustrasi. Ist

“Kami tidak hanya fokus pada IP karakter, tetapi juga mengkaji industri kecantikan, customized otomotif, dan lainnya,” kata Dessy.

Dessy juga mengingatkan potensi besar dari pengembangan karakter fiksi.

Ia mencontohkan fenomena Pokemon, yang pada 2019 berhasil meraih pendapatan lebih dari Rp 969,3 triliun, bukan dari film atau gim, melainkan dari penjualan merchandise.

Sementara itu, industri kustomisasi otomotif juga dinilai punya prospek besar, dengan nilai jual kendaraan modifikasi yang bisa mencapai puluhan ribu dolar AS.

Dalam lanskap ekonomi kreatif, UMKM masih menjadi tulang punggung. Yuana Rachma Astuti mencatat, UMKM menyumbang sekitar 60% terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan menyerap hingga 97% tenaga kerja di Indonesia.

“Kalau mau ekonomi maju, majukan dulu UMKM. Sekarang masanya digitalisasi,” tegasnya.

Mendukung hal ini, pemerintah mendorong pelaku UMKM untuk mengadopsi teknologi digital, termasuk penggunaan QRIS sebagai standar pembayaran elektronik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *