INFOLADISHA — Gaji ke-13 untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) dan momen perayaan Idul Adha diperkirakan akan memberikan dorongan sementara bagi pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal II tahun 2025.
Namun, para ekonom menilai efeknya tidak akan bertahan lama karena keduanya merupakan siklus tahunan.
Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menjelaskan bahwa tambahan anggaran sebesar Rp 21 triliun untuk gaji ke-13 bisa menjadi stimulan konsumsi rumah tangga dalam jangka pendek.
“Gaji ke-13 senilai Rp 21 triliun akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua. Setidaknya bisa mendongkrak pertumbuhan sekitar 0,3% hingga 0,4% dibandingkan tanpa adanya gaji ke-13,” ujarnya, Selasa (13/5/2025).
Namun, Wijayanto mengingatkan bahwa karena pemberian gaji ke-13 merupakan agenda rutin tiap tahun, kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi tahunan cenderung terbatas.
Selain itu, perayaan Idul Adha juga diperkirakan akan meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, terutama dalam bentuk konsumsi hewan kurban dan kebutuhan hari besar.
“Perputaran uang selama Idul Adha bisa mencapai Rp 25 hingga 40 triliun. Tapi karena ini juga berlangsung setiap tahun, pengaruhnya terhadap pertumbuhan tahunan tetap tidak signifikan,” tuturnya.
Ia pun menyoroti potensi risiko yang dapat menekan dampak positif dari kedua momen tersebut, terutama jika daya beli masyarakat melemah seperti yang terjadi saat Idul Fitri 2025 lalu.





