Soal kepercayaan, Dedi mengaku tetap seorang muslim. Hanya saja, ia beralasan ingin menjaga dan melestarikan nilai-nilai khas Sunda.

“Sekarang pakaian ini juga dikenakan para PNS. Bahkan saya senang sekali pakaian pangsi menjadi seragam wajib sehari bagi siswa anak sekolah di daerah lain seperti di Bandung. Karena kalau di Purwakarta, sudah digunakan serta berjalan sejak lama,” ucap Dedi.
Dedi sendiri punya dua warna baju pangsi yakni hitam dan putih. Masing-masing punya fungsi. Yang berkelir putih lebih cocok digunakan pada musim kemarau buat melindungi dari cuaca terik.
“Saat ini musim hujan, udaranya dingin. Sehingga warna hitam memberi kesan hangat. Di samping itu, jalanan yang becek karena genangan air atau karena saya sering ke perkampungan, maka sering kotor. Nah kalau celana hitam lebih enjoy. Ditambah ukuran panjangnya di atas tumit,” tambah Dedi Mulyadi.





