Sejarah pemuda lainnya yang disampaikan Jenal Mutaqin adalah peristiwa Sumpah Pemuda pada 1928 yang menjadi tonggak persatuan bangsa Indonesia.
Kepada para audiens yang hadir, Jenal Mutaqin menegaskan bahwa pendidikan formal maupun informal, serta ilmu pengetahuan, tidak akan bermakna positif apabila tidak diiringi iman dan keyakinan terhadap agama yang dianut.
Ia mengajak para pemuda untuk lebih memperdalam mental spiritual berdasarkan agama yang diyakini masing-masing.
“Secara ilmiah saya mungkin tidak punya banyak narasi untuk dijelaskan kepada masyarakat Kota Bogor. Tetapi kekuatan mental spiritual, keyakinan bahwa rencana Tuhan Yang Maha Esa lebih indah daripada yang kita bayangkan, itu harus dipegang,” tutur Jenal Mutaqin.
Sebagai penutup, Jenal Mutaqin menekankan bahwa setiap manusia tidak pernah tahu seperti apa masa depannya. Kendati demikian, yang perlu pemuda lakukan adalah mempersiapkan diri untuk menyongsong kesuksesan.

