Produk hortikultura dan hewani menjadi perhatian utama, terutama komoditas yang masih bergantung pada pasokan luar Jawa Barat.
Ia mencontohkan bawang merah yang masih disuplai dari beberapa daerah lain serta bawang putih yang seluruhnya bergantung pada impor.
Keterlambatan impor sebagaimana dilaporkan pemerintah pusat menjadi catatan tersendiri bagi daerah.
“Ini harus kita perhatikan karena Ramadan biasanya konsumsi naik,” kata Nining.
Data per 6 Februari 2026 mencatat harga beras medium di Jawa Barat berada di angka Rp13.212 per kilogram, masih di bawah HET Rp13.500.
Beras premium tercatat Rp14.608. Gula pasir curah sedikit naik menjadi Rp17.725, sementara MinyaKita berada di Rp15.700 per liter.
Harga daging sapi turun menjadi Rp134.750 per kilogram, lebih rendah dari HET Rp140.000.
Daging ayam ras terkoreksi ke Rp38.250 dan telur ayam ras turun ke Rp29.150. Kedelai impor naik ke Rp13.493 per kilogram.
Penurunan signifikan terlihat pada cabai merah keriting dari Rp55.000 ke Rp36.367 per kilogram.
Bawang merah turun ke Rp39.571 dan bawang putih menjadi Rp35.683.
Sebaliknya, cabai rawit merah justru melonjak tajam dari Rp57.000 menjadi Rp77.483 per kilogram, menjadi kenaikan paling mencolok jelang Ramadan tahun ini.






