Info BisnisTeknologi

Harga RAM DDR5 Melonjak Tajam, Penjualan Motherboard Tertekan Hingga 50 Persen

106
×

Harga RAM DDR5 Melonjak Tajam, Penjualan Motherboard Tertekan Hingga 50 Persen

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi. (Freepik)

Akar masalahnya ada pada ledakan permintaan dari pusat data AI.

DRAM diborong besar-besaran untuk membangun infrastruktur komputasi raksasa, membuat kapasitas produksi masa depan hampir habis dipesan industri besar. Pasar konsumen pun kebagian sisa.

Di Reddit, sebagian gamer menyerukan boikot pembelian RAM sebagai bentuk protes.

Harapannya supaya permintaan turun, agar harga ikut turun.

Sayangnya, analis menilai langkah ini nyaris mustahil berhasil.

Mayoritas pendapatan produsen memori justru datang dari sektor enterprise dan data center, bukan dari PC rumahan.

Sejarah juga tak berpihak pada boikot. Krisis GPU saat pandemi jadi contoh, karena tetap ada pembeli yang nekat, dan scalper selalu siap menyambar peluang.

Yang bikin cemas, efek domino mulai terasa ke sektor lain. AMD dikabarkan bakal menaikkan harga GPU hingga 10%.

Baik AMD maupun Nvidia disebut mempertimbangkan menghentikan beberapa model low-end dan mid-range demi menjaga margin keuntungan.

Singkatnya, krisis RAM belum mau pergi. Dan untuk gamer serta perakit PC, bersiaplah dengan harga upgrade yang makin mahal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *