Alat tespek menunjukkan hasil positif karena sudah bisa mendeteksi adanya hormon hCG dalam urine.
Namun, sebelum terlihat oleh USG, kehamilan ini berakhir dengan keguguran.
Bahkan, tampilannya sering kali seperti darah haid biasa sehingga kerap tidak disadari.
BACA JUGA : Buy Back Tak Kunjung Dibayarkan, PT Manakib Realty Digeruduk Kuasa Hukum Konsumen
Ada beberapa penyebab kehamilan kimia, antara lain:
– Fibroid (miom)
– Jaringan parut
– Anomali uterus kongenital sehingga uterus tidak beraturan
Faktor hormonal, contohnya progesteron, dapat menurunkan potensi terjadinya implantasi dan pertumbuhan embrio
2. Hamil ektopik
Hamil ektopik adalah kondisi ketika sel telur yang sudah dibuahi menempel di luar rongga rahim.
Karena itulah, kejadian ini juga sering disebut dengan hamil di luar kandungan.
Kasus kehamilan ektopik dapat terjadi di serviks, indung telur, hingga rongga perut, namun paling sering terjadi di saluran tuba fallopii.
Hal ini terjadi ketika sel telur sudah berhasil dibuahi, namun gagal berjalan menuju rahim.
BACA JUGA : Waduh! Netralitas ASN Tempati Posisi 3 Dalam Indeks Kerawanan Pilkada dan Pemilu
Sejumlah penyebab kehamilan ektopik antara lain:
– Jaringan parut atau peradangan di tuba fallopii
– Riwayat infeksi uterus di masa lalu
– Tuba fallopii tidak sesuai
Karena menempel di luar rahim, embrio tentu tidak dapat berkembang menjadi kehamilan normal.






