Pasalnya, tidak ada tempat untuk tumbuh karena lingkungannya tidak mendukung.
Tanda dan gejala kehamilan ektopik meliputi:
– Mual dan nyeri payudara, yang kerpa menjadi gejala kehamilan normal
– Rasa nyeri tajam di area perut, panggul, bahu, hingga leher
– Rasa nyeri yang parah di salah satu sisi perut
– Bercak atau perdarahan ringan hingga berat
– Pusing bahkan bisa sampai pingsan
– Rasa tertekan di area rektum
Sebagian besar kasus kehamilan ektopik akan berakhir dengan keguguran.
Waspadai risiko perdarahan akibat pecahnya jaringan yang menjadi tempat tumbuhnya janin.
Jika berlanjut, hal ini bisa memicu perdarahan ekstrem hingga kehilangan organ reproduksi.
3. Keguguran yang baru terjadi
Faktanya, walau sudah terjadi keguguran, tespek garis dua.
Sebab, saat plasenta tumbuh, kadar hCG terus meningkat bahkan hingga 2 kali lipat setiap beberapa hari.
Kadar hormon tersebut akan mencapai puncaknya sekitar 10 minggu.
Ketika terjadi keguguran pun, kadar hCG memang akan mengalami penurunan, namun cenderung lambat.
Hormon ini tetap bisa ada di dalam darah dan urine hingga sekitar 6 minggu pasca keguguran.
Maka tak heran jika hasil tespek positif palsu tetap terjadi sampai kadar hCG kembali ke kondisi sebelum hamil.
4. Kesalahan pengguna
Penting untuk selalu mengikuti petunjuk penggunaan testpek yang tertera pada kemasan.





