Komplikasi polimiositis dapat terjadi apabila penderitanya tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat.
Adapun sejumlah komplikasi polimiositis yang perlu diwaspadai adalah sebagai berikut:
Pneumonia aspirasi, yaitu peradangan pada paru-paru yang terjadi karena masuknya air liur, makanan, ataupun minuman ke dalam paru-paru.
Gangguan pernapasan hingga gagal napas akibat melemahnya otot-otot pernapasan.
BACA JUGA : Rekomendasi Kafe dan Resto dengan Menu Jawa Otentik di Rummi Kopi Lan Tresna
– Infeksi.
– Malnutrisi.
Diagnosis Polimiositis
Langkah awal yang dilakukan dokter untuk mendiagnosis polimiositis adalah dengan melakukan wawancara medis atau anamnesis dengan pasien untuk mengetahui keluhan dan riwayat kesehatannya.
Pemeriksaan fisik juga dilakukan untuk memeriksa keseluruhan fungsi tubuh serta menilai kekuatan otot pasien.
Polimiositis kerap disalahartikan sebagai distrofi otot karena memiliki gejala yang mirip.
Maka dari itu, untuk mengonfirmasi dan memastikan diagnosis polimiositis, dokter juga dapat melakukan sejumlah pemeriksaan penunjang, seperti:
1. Tes Darah
Tes darah merupakan prosedur pemeriksaan dengan mengambil sampel darah pasien untuk dianalisis di laboratorium.
Tindakan ini bertujuan untuk memeriksa peningkatan kadar enzim otot (enzim creatine phosphokinase/CPK) yang bisa menjadi indikasi dari kerusakan otot.





