Selain itu, tes darah juga penting dilakukan untuk mendeteksi gangguan autoimun yang kerap menyebabkan polimiositis.
2. Elektromiografi
Elektromiografi adalah prosedur pemeriksaan dengan memasukkan jarum elektroda ke dalam otot untuk mendeteksi aktivitas listrik pada otot dan saraf yang mengendalikannya.
Apabila pemeriksaan elektromiografi menunjukkan perubahan pola aktivitas listrik yang abnormal pada otot, maka kondisi tersebut bisa menjadi tanda dari polimiositis.
3. Pemeriksaan Pencitraan
Pemeriksaan pencitraan, seperti MRI, CT scan, atau rontgen juga dapat menjadi salah satu pemeriksaan penunjang polimiositis untuk memeriksa jika ada tanda-tanda peradangan otot di dalam tubuh.
4. Biopsi Otot
Biopsi otot merupakan prosedur pengambilan jaringan otot melalui tindakan pembedahan untuk diperiksa di laboratorium.
Prosedur pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi berbagai kelainan pada otot, seperti infeksi ataupun peradangan otot.
Pengobatan Polimiositis
Polimiositis adalah kondisi medis yang belum bisa disembuhkan sepenuhnya.
Pengobatan radang otot utamanya bertujuan untuk mengurangi gejala, meningkatkan kekuatan otot, serta menghindari risiko terjadinya komplikasi lebih lanjut.
Berikut adalah beberapa tindakan medis yang umum dilakukan untuk menangani polimiositis.
1. Pemberian Obat-obatan





