Ia mengakui masih banyak warga yang belum terdaftar karena keterbatasan waktu dan teknis input data.
“Memang ada banyak yang belum terinput, kami akui itu. Tapi bukan karena pilih kasih. Desa akan berusaha memperbaiki dan menambah data warga yang belum masuk,” tegasnya.

Dari data sementara, sekitar 800 KK di Desa Sukasari telah menerima bantuan kompensasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Namun, dengan ratusan warga yang merasa terabaikan, tampaknya daftar penerima belum akan berhenti menuai kontroversi.



