Selain itu, Hery juga menyoroti masalah yang hampir selalu muncul di setiap kota dalam Musrenbang, yakni mengawal dan mengomunikasikan hasil usulan di setiap tahapan dan level Musrenbang.

Hal ini, menurutnya, penting dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat atas usulan yang diberikan. Ia juga berpesan kepada Bapperida untuk mengawal semua hasil Musrenbang hingga ke masyarakat dan konstituen.
“Mudah-mudahan mulai tahun 2026, kuncinya komunikasikan dengan baik. Kalau bisa pakai sistem, lebih baik. Sehingga setiap anggota DPRD satu per satu datang lagi ke dapilnya, berbekal data,” tegas Hery.
Di lokasi yang sama, Camat Bogor Utara, Riki Robiansah, memaparkan beberapa perkembangan menyangkut permasalahan prioritas yang dihadapi Bogor Utara. Hal-hal tersebut mencakup kesehatan, pendidikan, dan kebersihan.
Pada pilar kesehatan, angka stunting menurun dari 358 balita pada 2023 menjadi 277 balita pada Agustus 2024.
Selain itu, angka buang air besar sembarangan atau Open Defecation Free (ODF) juga mengalami penurunan dengan berhasil mengintervensi 1.922 Kartu Keluarga (KK).
Bogor Utara juga berhasil menurunkan jumlah warga miskin hingga 31 persen.






