Total, ada 135 petugas yang dilibatkan di Jawa Barat saja. Jumlah yang tidak kecil, demi satu garis tipis cahaya di ufuk barat.
Persiapan teknis sudah dilakukan.
Kanwil Kemenag Jabar menggelar bimbingan teknis bagi pengurus BHR kabupaten dan kota selama dua hari terakhir.
Fokusnya pada kesiapan alat, metode, dan pelaporan hasil rukyat pada hari H.
Menariknya, pemantauan tidak hanya mengandalkan teropong modern. Metode tradisional juga tetap dipakai.
Beberapa pondok pesantren masih menggunakan alat sederhana seperti tongkat untuk membantu pengamatan.
Pendekatan ini, menurut Ohan, menjadi bagian dari tradisi yang masih relevan.
Teknologi dan kearifan lama berjalan beriringan, sambil menunggu keputusan resmi awal Ramadan yang akan ditetapkan pemerintah.






