Dedie Rachim menilai, bahwa dengan menambah jumlah dan sebaran SMA yang memadai, serta rasio sekolah yang seimbang, akan mengurangi ekses dari kebijakan domisili dan zonasi saat penerimaan siswa baru.
Selama ini, kebijakan tersebut mengakibatkan kacaunya data kependudukan akibat ulah oknum orang tua yang menitipkan anaknya ke alamat tertentu demi mendaftar ke SMA pilihan.
Koordinasi, kolaborasi, dan sinergi bersama pemerintah provinsi maupun pusat, ditegaskan Dedie Rachim, sangat dibutuhkan untuk mengantisipasi persoalan pendidikan yang masih menjadi kendala.
Dedie Rachim mengimbau agar siswa SMA Negeri 5 Kota Bogor dan SMA di Kota Bogor lainnya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.





