“Jalan tambang sedang dikejar. Pengusaha juga dipanggil ke Pendopo,” ujarnya.
Namun Asep menegaskan tuntutan belum sepenuhnya selesai.
Selain soal tambang, ia meminta Pemkab Bogor membantu warga yang terlilit cicilan kendaraan dengan mendorong restrukturisasi dari pihak leasing.
“Banyak yang terikat cicilan. Ada yang ke leasing, ke bank emok, macam-macam,” katanya.
Ia juga mengingatkan, jika persoalan ini berlarut tanpa solusi, potensi masalah sosial bisa meningkat.
“Ini sudah soal perut. Kalau berlarut, kriminalitas bisa naik. Warga sekarang sudah nekat ambil sisa batu di sungai dan hutan. Risikonya besar,” pungkasnya.






