Padahal, identitas bukan hanya soal estetika, ia adalah jati diri yang membedakan sebuah brand dari kompetitor. Memiliki karakter yang kuat bisa menjadi magnet yang menarik konsumen.

3. Melupakan Kualitas Produk
Desain yang menarik tidak akan cukup jika kualitas produk mengecewakan. Kain yang cepat rusak, jahitan yang tidak rapi, atau produk yang tidak nyaman dipakai bisa merusak reputasi brand dalam sekejap.
Menggunakan bahan berkualitas adalah bentuk investasi jangka panjang yang akan dibayar lunas oleh loyalitas pelanggan.
4. Strategi Pemasaran yang Tidak Matang
Di era digital, pemasaran tak lagi sesederhana memasang iklan atau memajang produk di etalase. Media sosial jadi senjata ampuh, tapi hanya jika digunakan dengan strategi yang tepat.
Banyak brand baru yang terjebak pada konten asal-asalan, tanpa riset atau pemahaman terhadap perilaku audiens. Padahal, pemasaran yang tepat sasaran bisa menjadi mesin utama pertumbuhan bisnis.
5. Kurangnya Jaringan dan Relasi
Membangun relasi bukan hanya soal mencari pelanggan. Di industri fashion, koneksi dengan influencer, mitra produksi, hingga komunitas kreatif bisa membuka banyak peluang.
Jangan hanya fokus pada produk, luangkan waktu untuk membangun dan merawat jejaring, karena bisnis yang baik tak dibangun sendirian.






