INFOLADISHA – Kegaduhan pecah di Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, saat puluhan warga mendatangi rumah terduga pelaku investasi sembako yang diduga menipu mereka.
Aksi itu terjadi pada Jumat 26 Maret 2026 siang, dipicu dana yang tak kunjung kembali meski sudah dijanjikan keuntungan besar.
Warga yang merasa menjadi korban berkumpul di salah satu perumahan.
Mereka menuntut kejelasan atas uang yang telah disetorkan dalam skema investasi yang sebelumnya terlihat meyakinkan.
Kapolsek Tenjo, Hendrik Hartono, menyebut jumlah korban mencapai sekitar 43 orang.
Sebagian besar merupakan perempuan yang tergiur tawaran keuntungan cepat dari bisnis kebutuhan pokok.
Modus yang digunakan tergolong sederhana tapi efektif.
Pelaku mengajak korban menanamkan modal untuk perdagangan sembako seperti minyak goreng dan gula pasir.
Barang disebut akan dijual dengan harga jauh di bawah pasaran, sehingga margin keuntungan terlihat tinggi.
Dalam praktiknya, skema ini membuat korban percaya.
Harga murah dianggap peluang, bukan tanda tanya.
Beberapa korban bahkan ikut mengajak orang lain untuk bergabung, memperluas lingkaran kerugian.
Nilai investasi bervariasi, mulai dari puluhan juta hingga ratusan juta rupiah per orang.
Total kerugian diperkirakan mencapai Rp1,1 miliar.
Masalah muncul ketika keuntungan yang dijanjikan tak kunjung dibayarkan.




