INFOLADISHA – Di tengah gejolak ekonomi dunia yang kian tak menentu, ditambah memanasnya kembali kebijakan tarif era Trump sejak awal 2025, para investor dihadapkan pada satu pertanyaan besar yaitu lebih menguntungkan saham atau emas?
Kekhawatiran akan inflasi dan naik-turunnya pasar saham mendorong banyak orang untuk lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi.
Di sisi lain, emas kembali bersinar, meraih posisi sebagai aset pelindung (safe haven) dengan harga yang terus menanjak.
Sementara sebagian orang tetap percaya pada potensi cuan dari saham, lainnya memilih mengamankan kekayaan lewat kilauan logam mulia.
Lantas, mana yang lebih menjanjikan? Berikut ulasan perbandingan antara saham dan emas dari berbagai aspek.
1. Karakter Investasi: Aktif vs Pasif
Saham adalah instrumen investasi aktif. Kinerjanya sangat tergantung pada performa perusahaan yang menerbitkannya.
Jika perusahaan untung, harga saham ikut naik, dan investor bisa meraup imbal hasil. Namun, jika perusahaan merugi atau bangkrut, nilai investasi bisa hilang seketika.
Sebaliknya, emas adalah instrumen pasif. Nilainya tidak bergantung pada siapa yang mengelola, tapi pada dinamika pasar global dan sentimen ekonomi.
Emas tak perlu “dipoles” untuk naik, karena faktor geopolitik dan inflasi saja sudah cukup membuat harganya terdongkrak.






