“ISBI Bandung memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk memastikan bahwa seni tradisi tetap hidup, relevan, dan adaptif terhadap perubahan zaman,” lanjutnya.

Een menjelaskan, program ini tidak hanya berfokus pada penciptaan karya seni, tetapi juga pada pemberdayaan Komunikasi seni, penguatan jejaring dengan pemerintah daerah, serta penyediaan model revitalisasi Sanggar yang dapat direfleksikan oleh komunitas seni lain di Kota Bogor.
“Kolaborasi dengan Sanggar Getar Pakuan adalah langkah nyata untuk menjembatani ilmu pengetahuan, kreativitas, dan pengabdian masyarakat. Program ini diharapkan menjadi langkah strategis, sehingga seni tari tradisi Sunda dapat terus hidup, berkembang dan relevan di tengah masyarakat modern” paparnya.
Een menerangkan bahwa, dalam kegiatan tersebut dosen dan mahasiswa ISBI Bandung bersama Program Studi Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB melakukan berbagai pelatihan dan pendampingan dalam karya tari, musik tari, rias tari, pelatihan dokumentasi audiovisual dan promosi seni di media sosial.
Sementara itu, perwakilan Sekolah Vokasi IPB, Ika Sartika, S.Sn., M.Sn, menambahkan bahwa, kolaborasi lintas kampus ini memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu mereka di tengah masyarakat. Sehingga, mahasiswa dapat belajar langsung berinteraksi dengan pelaku seni dan memahami potensi ekonomi kreatif yang lahir dari tradisi.






