“Ini selaras dengan semangat Kampus Berdampak yang mendorong keterlibatan aktif mahasiswa di masyarakat,” kata Ika.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Sanggar Getar Pakuan, Zen Zen Djuansyah, menyambut baik kerja sama tersebut. Dirinya bahkan mengaku bangga menjadi bagian dari program ini lantaran banyak pengetahuan baru yang diperoleh, terutama bagi para penata tari atau koreografer di Sanggar yang dipimpinnya itu.

“Ya, koreografer kami Shela Dwi Ananda, S.Pd. mendapat pendampingan langsung bagaimana mengemas seni tradisional agar lebih dikenal generasi muda dan masyarakat luas melalui media digital,” ungkap Zen Zen.
Menurutnya, Shela merupakan siswa Sanggar Getar Pakuan sejak dirinya masih duduk di bangku Taman Kanak-Tanak (TK) hingga lepas Sekolah Menengah Tingkat Atas (SLTA).
Masih kata Zen Zen, Shela sempat berhenti karena harus meneruskan Studinya di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung Program Studi Fakultas Pendidikan Seni dan Desain (FPSD) jurusan Pendidikan Seni Tari dan lulus menyandang gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.)

“Namun selama Shela kuliah di Bandung, ia kerap membantu kegiatan sanggar. Dan sekarang aktif sebagai penata tari/koreografer di Sanggar Getar Pakuan,” terang Zen Zen.
Ia berharap, keterlibatannya dalam program ini dapat meningkatkan produktivitas, kreativitas, serta popularitas Sanggar Seni Getar Pakuan yang pernah dicapainya sebelum masa pandemi COVID-19.




