Faktor risiko tendinitis
Tendinitis dapat terjadi pada siapa saja. Akan tetapi, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang menderita tendinitis, yaitu:
– Memiliki pekerjaan yang melibatkan gerakan berulang, seperti atlet, petani, atau pekerja bangunan
BACA JUGA : Rekomendasi Jajanan Legend Bogor yang Sering Diburu Food Vlogger, Ada yang Nyaris Langka
– Memiliki riwayat penyakit yang memengaruhi tulang dan sendi, seperti rheumatoid arthritis atau penyakit asam urat
– Berusia di atas 40 tahun
– Mengonsumsi obat yang dapat merusak tendon, seperti levofloxacin atau ciprofloxacin, tanpa saran dari dokter
– Memiliki postur tubuh yang buruk ketika bekerja
– Tidak melakukan pemanasan sebelum berolahraga
– Memiliki berat badan berlebih atau obesitas
– Pertumbuhan osteofit yang kemudian menekan tendon
Jenis Tendinitis
Berdasarkan lokasi dan penyebabnya, tendinitis dapat dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:
1. Lateral epicondylitis
Tendinitis ini terjadi pada tendon di siku bagian luar.
Lateral epicondylitis umumnya terjadi akibat aktivitas yang melibatkan putaran pada pergelangan tangan secara berulang, seperti tenis dan bulutangkis.
BACA JUGA : Cek Nih Tempat Wisata Favorit di Sentul, Nomor 5 Bisa Belanja di Atas Perahu
2. Medial epicondylitis
Tendinitis ini terjadi pada tendon di siku bagian dalam. Jenis ini umumnya terjadi akibat gerakan siku secara berulang, seperti yang dilakukan atlet golf dan bisbol.





