3. Achilles tendinitis
Achilles tendinitis terjadi pada tendon Achilles, yaitu tendon besar di belakang pergelangan kaki.
Umumnya, tendinitis jenis ini terjadi akibat aktivitas lari dan lompat yang repetitif, seperti ketika bermain basket.
4. Rotator cuff tendinitis
Tendinitis ini terjadi pada tendon rotator cuff, yaitu otot yang mengendalikan putaran bahu.
Jenis ini umumnya terjadi karena gerakan mengangkat lengan secara berulang, seperti yang dilakukan oleh perenang.
5. De Quervain tendinitis
Tendinitis yang juga disebut sebagai sindrom de Quervain ini terjadi pada tendon pergelangan tangan, tepatnya di pangkal ibu jari.
Jenis ini umumnya terjadi karena gerakan menggenggam atau mencubit secara berulang, seperti yang dilakukan oleh atlet tenis dan panjat tebing.
Jenis ini juga dapat terjadi pada wanita dalam masa kehamilan tanpa diketahui penyebabnya.
6. Knee tendinitis
Knee tendinitis terjadi pada tendon patellar yang terletak di bawah lutut atau pada tendon quadriceps yang berada di atas lutut.
Jenis ini umumnya terjadi karena gerakan melompat atau berlari, seperti yang dilakukan oleh atlet basket atau pelari jarak jauh.
7. Gejala Tendinitis
Tendinitis ditandai dengan munculnya rasa sakit pada tendon yang meradang.
Rasa sakit ini biasanya semakin parah saat otot di area tendon yang meradang digerakkan, misalnya saat melompat, berlari, atau memutar pergelangan tangan.





