Seiring berjalannya waktu, gangguan pada keseimbangan hormon juga bisa memengaruhi kesehatan reproduksi dan menstruasi. Menurut ahli diet bernama Claire Rifkin MS, RDN, hormon ini bisa distabilkan lewat sarapan yang konsisten dan bergizi.
3. Merasa Lebih Cemas
Hormon yang tidak seimbang membuat rentan terhadap perubahan suasana hati. Menurut sebuah studi pada tahun 2020, melewatkan sarapan secara teratur dikaitkan dengan rendahnya kebahagiaan, depresi, dan gangguan stres pascatrauma.
“Jika kortisol terus menerus tinggi, kadarnya dikaitkan dengan kecemasan dan depresi. Berita baiknya? Sarapan adalah kesempatan awal untuk menyehatkan otak dan kesehatan mental Anda,” kata Rifkin.
4. Penambahan Berat Badan
Banyak yang mengira bahwa tidak sarapan bisa membantu menurunkan berat badan. Tapi, faktanya, melewatkan sarapan malah meningkatkan rasa lapar dan mengakibatkan makan yang lebih banyak saat siang dan malam.
Sarapan yang mengandung makanan kaya protein bisa membantu menahan keinginan makan dan menyeimbagnkan kadar gula darah.
5. Membahayakan Kesehatan Jantung
Jarang sarapan juga bisa membahayakan kesehatan jantung. Sebuah meta-analisis pada tahun 2019 menunjukkan bahwa melewatkan sarapan dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung.
Hal itu mungkin terkait dengan efek metabolik dari jarang sarapan terhadap kadar gula darah, makan berlebihan di kemudian hari, dan hubungan antara melewatkan sarapan dan kebiasaan gaya hidup buruk yang dapat memicu penyakit jantung.






