Ada pula tradisi bersih-bersih masjid menjelang Ramadhan yang dilakukan warga secara gotong royong.
Bagi masyarakat Karadenan, ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan cara menyambut bulan suci dengan rasa memiliki.
Selepas tarawih, masih dibacakan syair tentang sifat dua puluh dalam bahasa Sunda atau Jawa Cirebonan.
Tradisi lisan ini bertahan di tengah perubahan zaman yang serba cepat dan digital.
Masjid Jami Al-Atiqiyah bukan hanya bangunan tua yang berdiri di antara kantor pemerintahan dan jalanan padat Cibinong.
Ia adalah ruang hidup yang menyimpan sejarah, tradisi, dan ingatan kolektif warga.
Di usia yang telah menembus ratusan tahun, masjid ini tetap menjalankan fungsi paling dasarnya, menjadi tempat pulang bagi yang ingin beribadah dan mengingat asal usulnya.





