INFOLADISHA – Penutupan Jembatan Leuwiranji sejak 13 Desember 2025 langsung terasa dampaknya bagi warga Kecamatan Rumpin dan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.
Akses utama yang biasa menghubungkan dua wilayah itu kini tak bisa dilalui sama sekali, memaksa warga memutar lewat jalur alternatif yang jaraknya jauh lebih panjang.
Ridwan, warga Desa Sukamulya, Rumpin, mengaku rutinitas hariannya ikut berubah.
Perjalanan ke tempat kerja yang biasanya singkat kini harus ditempuh dengan rute memutar.
“Saya berangkat kerja pakai motor, sekarang harus mutar lewat Jembatan Grendong dan Ciseeng,” ujar Ridwan, Minggu (14/12/2025).
Meski harus menempuh jarak lebih jauh, Ridwan mengaku tetap bersabar.
Ia berharap perbaikan jembatan bisa selesai tepat waktu dan hasilnya benar-benar berkualitas agar tidak kembali bermasalah di kemudian hari.
Keluhan serupa disampaikan Muhammad Sakmat.
Menurutnya, jalur alternatif pengganti Jembatan Leuwiranji terlalu jauh dan memakan waktu.
“Kita mutar lewat Kranggan, Tangerang, bisa satu jam lebih. Ada juga lewat Jalan Rumpin, tapi itu juga jauh,” katanya.
Sakmat berharap ada solusi sementara dari Pemerintah Kabupaten Bogor untuk meringankan beban warga.
Salah satunya dengan menyediakan perahu rakit agar pengendara motor masih bisa menyeberangi Sungai Cisadane.
“Pakai perahu juga enggak apa-apa, yang penting aktivitas warga sehari-hari tetap jalan,” ujarnya.



