Sebagai perbandingan, India yang menempati posisi pertama secara total kasus memiliki angka 190 kasus per 100 ribu penduduk.
“Artinya per 100 ribu kita dua kali India. Ini masalah serius. Padahal TBC itu gampang diobati asal taat,” ujarnya.
Meski begitu, ia menekankan banyak pasien yang berhasil sembuh setelah menjalani terapi sesuai anjuran.
Kuncinya ada pada kepatuhan minum obat dan deteksi dini.
Kabupaten Bogor sendiri mendapat apresiasi karena capaian penemuan kasusnya mendekati target penuh.
Dari target 100 persen, realisasi penemuan kasus sudah mencapai 94,9 persen.
Capaian ini dinilai penting, karena tanpa menemukan kasus, pengobatan tak akan pernah dimulai.
Benjamin menyebut Provinsi Jawa Barat bersama Banten menjadi wilayah dengan performa pemberantasan TBC terbaik saat ini.
Beberapa provinsi lain bahkan belum menyentuh 50 persen dalam penemuan kasus.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengatakan kunjungan perwakilan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri menjadi momentum memperkuat kolaborasi.
Menurutnya, dengan jumlah penduduk yang besar, Bogor tak bisa bekerja sendirian.
“Penanganan TBC ini tidak bisa sendiri, harus kolaborasi bersama-sama,” katanya.
Dengan angka yang masih tinggi, pesan pemerintah sebenarnya sederhana.
Obat tersedia, biaya ditanggung negara, fasilitas ada di dekat rumah.





