Dengan menyimpan sebagian energi tersebut, flywheel membantu menjaga putaran mesin agar tidak naik-turun drastis.
Hasilnya, poros engkol berputar lebih stabil dan mesin terasa lebih halus, terutama saat putaran rendah.
3. Menjadi Dudukan Komponen Kopling
Pada mobil bertransmisi manual, flywheel berperan sebagai dudukan pelat kopling.
Dari sinilah tenaga mesin diteruskan ke sistem transmisi sebelum akhirnya menggerakkan roda.
Sementara pada mobil matic, flywheel terhubung dengan torque converter.
Meski sistemnya berbeda, fungsinya tetap sama, yakni memastikan tenaga putar dari mesin dapat disalurkan dengan efisien ke transmisi otomatis.
4. Menjaga Putaran Mesin Tetap Stabil
Proses pembakaran di dalam mesin tidak selalu berlangsung sempurna dan merata di setiap silinder.
Kondisi ini berpotensi menimbulkan getaran dan putaran mesin yang tidak stabil.
Flywheel hadir sebagai penyeimbang.
Dengan massa dan kemampuannya menyimpan energi, flywheel meredam fluktuasi tenaga dari piston sehingga putaran mesin tetap halus dan stabil.
Kondisi flywheel yang baik akan membuat mesin lebih nyaman, awet, dan optimal saat digunakan.





