Selain perubahan yang terlihat pada penampilan, tekstur kulit mungkin juga mulai berubah.
Beberapa kasus melaporkan sensasi seperti ‘lilin’ yang menjadi lebih keras dari biasanya yang dikenal sebagai ‘kulit tebal diabetes’.
BACA JUGA : Hadiri Imtihan Pengajian Nurul Haq Empang Dadang Iskandar Danubrata Bangga Dengan Anak Kota Bogor
Kondisi itu biasanya muncul di belakang leher, bahu, lengan, dan punggung atas.
Dalam kasus parah, kulit yang menebal dapat membuat anggota tubuh lebih sulit digerakkan hingga gangguan bernapas.
Penurunan aliran darah ke kulit, kerusakan pembuluh darah dan saraf, serta efek diabetes pada kolagen di dalam kulit menyebabkan perubahan tekstur dan penampilan kulit.
Kutil kulit juga dapat muncul di wajah pengidap diabetes, namun tidak selalu merupakan tanda penyakit tersebut.
Tanda-tanda tersebut dapat muncul pada kasus prediabetes atau sebelum diagnosis dipastikan.
Oleh karena itu, pemeriksaan lebih lanjut tetap perlu dilakukan untuk mengetahui apakah berbagai gejala pada kulit tersebut berkaitan dengan diabetes atau masalah kesehatan lain.






