Info Kesehatan

Kenapa Lansia Dilarang Mendaki? Ini Penjelasan Hipoksemia yang Renggut Nyawa Elsa Laksono di Puncak Cartensz

×

Kenapa Lansia Dilarang Mendaki? Ini Penjelasan Hipoksemia yang Renggut Nyawa Elsa Laksono di Puncak Cartensz

Sebarkan artikel ini

Yang kedua, terjadi peningkatan denyut jantung. Jantung bekerja lebih keras untuk memompa lebih banyak darah ke seluruh tubuh

Ketiga, terjadi peningkatan produksi sel darah merah.

Dalam jangka waktu yang lebih panjang, tubuh memproduksi lebih banyak sel darah merah untuk meningkatkan kapasitas pengangkutan oksigen.

Yang terakhir, akan ada perubahan keseimbangan asam-basa.

Peningkatan frekuensi napas menyebabkan penurunan kadar karbondioksida / CO₂ dalam darah, yang dapat menyebabkan alkalosis respiratorik, suatu keadaan yang sangat berbahaya untuk jaringan tubuh kita, yang jika berlanjut dan berat akan bisa menyebabkan kematian.

Ada beberapa bahaya utama akibat paparan kondisi ekstrim di ketinggian. Di antaranya:

1. Penyakit Akut Gunung (Acute Mountain Sickness – AMS)

AMS adalah kondisi paling umum yang dialami pendaki pada ketinggian.

Biasanya gejala ringan sudah bisa terjadi di atas ketinggian 2.500 meter, yang akan terus memberat seiring bertambahnya ketinggian.

Gejala AMS biasanya muncul dalam 6-12 jam setelah mencapai ketinggian dan meliputi: sakit kepala,mual dan muntah, kehilangan nafsu makan, kelelahan dan merasa lemah, pusing, sampai terajdinya gangguan tidur.

Jika tidak ditangani, AMS dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius dan mengancam jiwa.

2. Pembengkakan Paru-paru di Ketinggian (High Altitude Pulmonary Edema – HAPE)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *