HAPE adalah penumpukan cairan di paru-paru yang dapat terjadi pada ketinggian di atas 3.048 meter / 10000 kaki.
Kondisi ini berpotensi fatal dan memerlukan evakuasi medis segera.
Gejala HAPE meliputi: sesak napas bahkan saat istirahat, batuk kering yang kemudian menjadi batuk dengan dahak berbuih atau berdarah, demam, bibir atau kuku membiru (sianosis), denyut jantung cepat, kelelahan ekstrem dan tubuh menjadi sangat lemah.
3. Pembengkakan Otak di Ketinggian (High Altitude Cerebral Edema – HACE)
HACE adalah penumpukan cairan di otak dan merupakan komplikasi paling berbahaya dari penyakit ketinggian.
Seperti HAPE, HACE juga berpotensi fatal dan memerlukan evakuasi medis segera. Gejala HACE meliputi: nyeri kepala parah yang tidak respons terhadap obat nyeri kepala, ataksia (gangguan koordinasi, berjalan sempoyongan), kebingungan dan perubahan status mental, halusinasi, sampai terjadinya penurunan kesadaran / pingsan hingga koma, dan berakhir dengan kematian.
4. Kelainan Retina Mata di Ketinggian Tinggi (High Altitude Retinopathy – HAR)
HAR adalah kondisi yang memengaruhi retina mata akibat hipoksia dan perubahan tekanan pada pembuluh darah.
Gejalanya meliputi: gangguan penglihatan dan perdarahan retina. Dalam kasus yang parah, dapat menyebabkan kebutaan sementara bahkan permanen.
5. Kelainan akibat Suhu Dingin di Ketinggian





