Strategi Pencegahan dan Penanganan
1. Aklimatisasi yang Tepat
Aklimatisasi adalah proses penyesuaian tubuh terhadap ketinggian secara bertahap.
Beberapa prinsip aklimatisasi yang baik: naik secara bertahap, dengan peningkatan ketinggian tidur tidak lebih dari 300-500 meter per hari setelah mencapai 3.048 /10.000 meter.
Juga penting mengikuti prinsip “climb high, sleep low” (mendaki tinggi, tidur rendah). Juga diperlukan untuk menyisipkan hari istirahat untuk setiap kenaikan 1.000 meter.
Jadi prinsip utama aklimatisasi yang paling penting adalah tidak langsung menuju ketinggian ekstrim (umumnya di atas 3.500 meter) tanpa aklimatisasi yang memadai.
2. Latihan Pre-Aklimatisasi dengan Hypoxic Chamber
Hypobaric chamber (ruang hipobarik) atau bisa juga disebut ruang latihan hipoksia, adalah fasilitas yang dapat mensimulasikan kondisi ketinggian dengan mengurangi kadar oksigen atau tekanan udara.
Alat ini terdapat di Indonesia, yaitu di Lembaga Kesehatan Penerbangan dan Ruang Angkasa (LAKESPRA) TNI-AU. Metode pre-aklimatisasi ini semakin populer di kalangan pendaki profesional dan atlet ketinggian.
Ada beberapa manfaat hypobaric chamber ini untuk pendaki gunung. Pertama, memungkinkan tubuh pendaki beradaptasi dengan kondisi hipoksia sebelum benar-benar berada di ketinggian.
Kedua, latihan ini dapat dapat mengurangi risiko penyakit ketinggian karena rendahnya tekanan udara.






