“Alhamdulillah sudah dibantu, seragam sekolah, sepatu, alat tulis sama biaya sekolah sudah dibayar,” ujarnya lega.
Kini, Haikal dan Haezar tak lagi perlu bergantian seragam.
Mereka bisa berangkat sekolah dengan rasa percaya diri, ditemani semangat gotong royong keluarga serta uluran tangan para dermawan.
Perhatian juga datang dari pemerintah.
Sekretaris Camat Parung, Endang Darmawan, menyebut pihaknya bersama Dinas Pendidikan telah menindaklanjuti kasus ini.
Kakak beradik itu bahkan sudah dipertemukan langsung dengan Bupati Bogor, Rudy Susmanto.
“Alhamdulillah sudah ditindaklanjuti sama Dinas Pendidikan, kemarin juga sudah dijemput menemui bupati. Sudah terbantu sebelumnya juga dari pihak yayasan,” jelas Endang.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Rusliandy, menambahkan, bantuan telah diberikan dalam bentuk pembebasan biaya SPP di SMP maupun SMK, serta pengadaan seragam baru.
“Pak Bupati dan Disdik menyampaikan bantuan dana untuk seragam, SPP dari SMP dan SMK sudah gratis,” ujarnya.
Kisah Haikal dan Haezar kini bukan lagi sekadar cerita tentang dua kakak beradik yang berbagi seragam, tetapi juga simbol kepedulian banyak pihak.
Dari keluarga, tetangga, relawan, hingga pemerintah, semua ikut turun tangan memastikan keduanya bisa melanjutkan pendidikan dengan layak.






